Memiliki kemampuan teknik dan praktis dalam bidangnya adalah kebutuhan penting menjadi rescuer.
Setiap rescuer perlu dibekali
kemampuan dasar sebagai modal dalam melakukan tugasnya di lapangan. Selain
kemampuan dasar, seorang
Vertical Rescuer dibutuhkan mengembangkan kemampuan-kemampuan lain pada dirinya seperti
1. Kemampuan Climbing
Kemampuan climbing adalah kesanggupan diri dan kepahaman untuk melakukan pemanjatan. Pemanjatan bisa di bebatuan alami (rock), dinding (wall), bangunan (rope access). Kemampuan memanjat seseorang perlu dilatih secara berkala dan rutin dilakukan. Selain sebagai pengolahan fisik seorang rescuer juga mendapatkan skill atau keahlian bagaimana mengatasi masalah di berbagai macam medan. Latihan rutin tersebut akan memberikan kekuatan fisik yang stabil ketika tubuh berada di medan
vertical.
2. Kemampuan Ascending
Kemampuan khusus lainnya adalah Ascending, yaitu kesanggupan diri untuk menaikan diri melalui tali dengan bantuan beberapa alat naik lainnya seperti secara klasik dengan
prusiking (naik menggunakan tali yang diameternya lebih kecil) atau dengan alat yang disebut dengan
ascender (alat dengan teknologi modern).
3. Kemampuan Descending
Berlawanan dengan kemampuan ascending, descending merupakan kemampuan seseorang untuk menuruni melewati tali dengan bantuan alat-alat descending seperti
carbiner, figure of eight, dan lain-lainnya. Turun menggunakan tali juga disebut dengan
reffling.
4. Kemampuan Belaying
Kemampuan belaying adalah keahlian seorang rescuer untuk melakukan pengamanan sewaktu orang pertama memanjat (climber) atau orang pertama melakukan
lowing (turun). Seorang yang melakukan belaying disebut sebagai belayer berfungsi sebagai pengatur pengamanan dengan menjaga keadaan tali (mengencangkan dan melonggarkan) yang dipergunakan oleh pemanjat.
5. Kemampuan Anchoring
Kemampuan anchoring merupakan keahlian seseorang untuk membuat tambatan dengan menggunakan tali sebagai pengaman di ketinggian. Kemampuan anchoring sangat perlu dikuasai oleh rescuer, karena hal ini diperlukan tidak hanya saat melakukan pemanjatan tetapi juga ascending (dari bawah ke atas/naik) dan descending (dari atas ke bawah/turun) serta proses evakuasi horizontal (mendatar/menyeberangkan korban).